Modul kwu
kelas xii
PROSEDUR
PENGURUSAN
SURAT IZIN
Merencanakan
jenis usaha adalah merencanakan kegiatan yang dijalankan oleh setiap
perusahaan, baik besar maupun kecil untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Kegagalan
merencanakan jenis usaha bisa disebabkan :
- Kurangnya pengalaman di dalam bidang usaha
- Tidak ada perencanaan yang tepat
- Kurangnya dana untuk modal kerja usaha
- Tidak cocoknya minat atau interes terhadap bidang usaha
Seorang
pengelola usaha baru dalam merencanakan usaha harus mencakup :
- Penelitian di dalam menetapkan jenis usaha
- Pencarian informasi tentang jenis usaha yang cocok
- Pembuatan pedoman tentang pelaksanaan kegiatan usaha
- Pembuatan program kegiatan usaha
- Pembuatan anggaran untuk melaksanakan kegiatan jenis usaha yang diinginkan.
1.
Mengurus Izin Usaha
Izin usaha
adalah alat untuk membina, mengarahkan, mengawasi dan melindungi pengelolaan
usaha.
Surat Izin
Usaha, antara lain :
- Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Izin HO (Lingkungan)
SITU/HO
umumnya dikeluarkan oleh Pemda Tk 1 dan T 2 sepanjang ketentuan-ketentuan
undang-undang gangguan (HO) mewajibkannya.
Prosedur
pengurusan surat izin tempat usaha atau izin HO, antara lain :
- Meminta izin tertulis dari tetangga
- Setelah diketahu RT dibawa ke Kelurahan dan Kecamatan
- Selanjutnya dibawa ke kota/kabupaten untuk memperoleh SITU/HO
- Membayar biaya izin dan heregistrasi.
Kelengkapan
persyaratan SITU
- Permohonan yang telah disediakan
- Foto copy KTP
- Foto copy akta tanah
- Foto copy pembayaran PBB
- Surat persetujuan dari masyarakat diketahu Kades dan Camat
- Rekomedasi dari Camat
- Foto copy IPPL dari Dinas Tata Ruang
- Izin lokasi dari BPN
- Foto copy IMB
- Surat dari BKPM/BKPMD
- SITU/IUUG
- Foto copy NPWP
- Foto copy retribusi
- Foto copy akta pendirian perusahaan yang berbadan hokum
- Surat pelimpahan penggunaan tanah
2.
Penetapan Besarnya Retribusi
a. Ketentuan
tata cara perhitungan retribusi SITU, adalah
Luas ruang
usaha x angka indeks lokasi x angka indeks gangguan x tarif
- Tarif luas ruang usaha
- Indeks lokasi
- Klasifikasi indek gangguan
- Ketentuan tata cara perhitungan retribusi heregistrasi.
3.
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
SIUP adalah
surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk mkepada
pengusaha untuk melaksanakan usaha dibidang perdagangan dan jasa.
Beberapa
keuntungan dengan memiliki SIUP adalah
- Mendapat jaminan perlindungan hokum untuk kelangsungan dan kepastian usaha
- Mempermudah dalam proses pengajuan kredit kepada perbankan/lembaga keuangan
- Bukti memiliki dan menjalankan usaha bila akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga
- Mendapat prioritas pembinaan dari instansi pemerintah yang menangani pembinaan usaha kecil.
Tata cara
memperoleh SIUP adalah :
- Datang ke Bag. Urusan Perizinan, Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah TK 1 atau TK 2
- Mengisi dan mengajukan Surat Pengajuan Izin (SPI) dengan melampirkan syarat :
- Foto copy akta notaries tentang pendirian usaha
- Foto copy dari pemilik perusahaan
- Pas poto dari pemilik perusahaan 4 lembar, ukuran 3 x 4 cm
- Menyerakan kembali formulir danpersyaratan lainnya kepada petugas bagian perizinan.
Jika
permohonan memenuhi syarat, maka pemohon akan menerima Surat Perintah Membayar
(SPM) untuk membayar uang jaminan dan Biaya Administrasi Perusahaan (BAP) pada
bank yang ditunjuk.
Jika
permohonan diterima, pemohon mendapat SPM untuk :
- Membayar uang jaminan sebesar Rp 5.000,- dan BAP sebesar Rp 10.000,-
- Menyerahkan bukti pembayaran uang jaminan danBAP ke bagian urusan perizinan kantor Deparindag.
Beberapa hal
yang harus dilakukan bila seorang pengusaha menerima SIUP
- SIUP asli atau foto copy dipajang ditempat usaha
- Cantumkan nomor SIUP pada kop surat, faktur, papan nama perusahaan, dll.
- Laporkan perkembangan usaha secara tertulis dan berkala pada pejabat terkait
- Berikan informasi atau data kepada pejabat terkait yang membutuhkan.
Segera
melapor pada kantor Deparindag, apabila :
- SIUP hilang, dengan dilampiri Surat Keterangan Kehilangan
- SIUP rusak
- Ada gangguan pemilik atau penanggung jawab perusahaan
- Pindah alamat usaha
- Pergantian golongan usaha, dari perusahaan kecil menjadi menengah atau besar
- Menghentikan kegiatan usaha atau tutup.
Dalam
menjalankan perusahaan, pemilik wajib mentaati syarat sebagai berikut :
- Keamanan
- Kesehatan
- Ketertiban
- Syarat-syarat lain
4.
Pengurusan Pajak
a. Pengajuan
NPWP
Pada umunnya
yang diwajibkan di daftar dan mendapatkan NPWP adalah :
- Badan yang memiliki subyek pajak penghasilan yaitu PT, CV, Firma, BUMN/BUMD
- Orang perorangan/pribadi wajib pajak yang mempunyai penghasilan netto di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP)
b.
Fungsi Pajak
1. Untuk
mengetahui identitas wajib pajak
2. Untuk
menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak
3. Sebagai
sarana pengawasan administrasi perpajakan.
c.
Pencantuman NPWP
1. Formulir
pajak yang digunakan wajib pajak
2. Surat
menyurat dalam hubungan perpajakan
3. Dalam
hubungan dengan instansi tertentu yang mewajibkan mengisi NPWP.
d.
Pendaftaran NPWP
Dokumen-dokumen
yang harus disiapkan adalah :
- Foto copy akta pendirian atau akta perubahan yang terakhir
- Foto copy SITU atau surat keterangan dari instansi yang berwenang
- Foto copy KTP/Kartu Keluarga/Paspor pengurus
- Foto copy kartu NPWP Kantor Pusat/Cabang
- Surat Kuasa bagi yang mewakilinya.
- Penghapusan NPWP
- Wajib pajak meninggal untuk perseorangan, bubar untuk badan usaha
- Wajib pajak wanita kawin dan tidak pisah harta
- Warisan telah selesai dibagi
5. Membuka
Rekening Bank
Prosedur
untuk membuka rekening bank adalah dengan mendaftarkan diri di bank dan
mengisi formulir pendaftaran yang berisi :
- Pemilik kegiatan usaha
- Alamat
- Nama pengurus
- Alamat dan pengenal pengurus
- Tanggal mulainya usaha
- Nama referensi
6. Tanda
Daftar Perusahaan (TDP)
Tanda Daftar
Perusahaan (TDP)/Nomor Registrasi Perusahaan (NRP). Setelah memiliki SIUP dan
NPWP, wirausaha bisa mendaftarkan perusahaannya ke Deparindag setempat dengan
prosedur sebagai berikut :
- Mengisi formulir pendaftaran
- Melampirkan foto copy KTP, NPWP, SIUP dan Akta Pendirian
- Membayar biaya administrasi ke Bank BNI 1946 setempat
- Dengan menunjukkan bukti pembayaran, wirausaha dapat mengambil tanda daftar perusahaannya.
7. Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
AMDAL adalah
studi mengenai akibat pada lingkungan sebagai akibat aktivitas kegiatan usaha.
Jenis usaha
yang diperkirakan mempunyai pengaruh besar terhadap keseimbangan ekosistem
diantaranya
- Jenis usaha pengolahan lahan dan bentang alam
- Jenis usaha eksploitasi daya alam baik yang terbaru maupun yang tidak
- Jenis usaha yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan social dan budaya
- Jenis usaha yang hasilnya dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam dan atau lingkungan cagar budaya
- Jenis usaha proses dan kegiatan yang pemanfaatanya secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, kerusakan dan kemerosotan sumber daya alam
- Jenis usaha introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewa dan jasa renik
- Jenis usaha pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati
- Jenis usaha penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk memengaruhi lingkungan
- Jenis usaha yang mempunyai resiko tinggi, dan mempengaruhi pertahanan Negara.
Dokumen yang
perlu dipersiapkan dalam mengurus AMDAL adalah :
- Foto copy KTP/SIM dari penanggung jawab/pemilik
- Foto copy akta pendirian perusahaan
- Foto copy SITU
- Foto copy NPWP
- Foto copy NRP
- Foto copy denah, gambar, lokasi perusahaan yang menimbulkan dampat terhadap lingkungan
PERSIAPAN
MENDIRIKAN USAHA
1.
PERMODALAN
Kebutuhan
modal usaha yang perlu dikaji adalah kebutuhan modal awal agar kegiatan usaha
tersebut dapat berjalan.
a.
Jenis-jenis modal usaha
Modal awal
diperlukan untuk membayar berbagai pembiayaan, misalnya pembelian tanah dan
gedung, perabot dan peralatan, iklan dan promosi sebelum memulai usaha,
pembelian mesin, penyediaan barang dan inventaris, biaya mengurus sertifikat
dan izin usaha, honorarium tenaga professional serta listrik dan telepon,
pengeluaran-pengeluaran investasi dan modal kerja.
Modal
investasi adalah biaya untuk pembelian barang yang bersifat investasi.
Macam-macam
Investasi
- Investasi Baru, artinya pembelian berbagai barang modal untuk jangka waktu tertentu sebagai tambahan persediaan barang-barang modal yang telah ada
- Investasi Ulang, artinya nilai dari barang-barang modal yang dipergunakan untuk mengganti barang modal yang telah tua.
- Investasi tidak langsung adalah investasi yang terjadi secara tidak langsung sebagai akibat tambahan permintaan yang mula-mula ditujukan pada barang konsumsi.
- Investasi bebas, artinya investasi yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan.
Modal kerja
adalah sejumlah dana yang tertanam aktiva lancer, aktiva lancar adalah harta
kegiatan usaha yang dapat dijadikan uang tunai dalam kurun waktu satu tahun
atau kurang.
Wirausahawan
akan memerlukan modal kerja untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran
sebagai berikut :
- Membeli persediaan bahan baku dan barang jadi
- Promosi
- Gaji karyawan
- Sewa
- Asuransi dan biaya-biaya lain.
Dalam hal
menggunakan modal untuk belanja perusahaan dibedakan menjadi 2 (dua)
macam, yaitu :
1.
Pembelanjaan Parsial
Adalah
perusahaan melihat masing-masing aktiva secara individu, artinya untuk
masing-masing aktiva diperlukan dana tersendiri sesuai dengan cara dan lamanya
dana berputar.
2.
Pembelanjaan Total
Adalah
perusahaan melihat dana yang ditanamkan secara menyeluruh. Untuk modal
permanent memakai modal kontan yang diambil dari modal sendiri atau jangka
panjang, sedangkan untuk modal yang berubah-ubah diambil dari kredit jangka
pendek.
Aliran Dana
Dalam Perusahaan
1. Dana Kas
Masuk (Cash in flow)
Adalah dana
yang bersifat terus menerus, yang berupa hasil penjualan dan penerimaan dari
piutang.
2. Dana Kas
Keluar (Cash out flow)
Adalah dana
yang bersifat terus menerus, misalnya pajak, gaji, membeli bahan baku.
Perhitungan
Modal Kerja
Modal kerja
terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :
1.
Persediaan bahan baku dan barang-barang jadi
Perusahaan
manufaktur memerlukan bahan baku untuk memproduksi barang, perusahaan jasa
memerlukan bahan dan pedagang eceran serta grosir memerlukan persediaan barang
jadi untuk dijual.
2.
Promosi, gaji, sewa tempat
Masalah
promosi harus diperhatikan dan kebutuhan modal promosi harus dianggarkan,
juga dengan
gaji para karyawan, biaya operasional serta untuk sewa gedung.
3.
Asuransi
Polis
asuransi harus dibayar ketika usaha dimulai, karena itu perlu modal awal untuk
membayar semua asuransi tersebut, yang tidak kalah penting listrik,
telepon,alat tulis kantor, transportasi dan perizinan, dsb.
Cara
Perhitungan Modal Kerja
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam perhitungan modal kerja, yaitu :
a. Kebutuhan
uang tunai satu hari, dan
b. Jangka waktu
keterikatan modal
Contoh :
Bapak
Darmawan membuka koperasi yang menjual kebutuhan pokok/toserba disebuah kantor,
dimana pekerjanya menerima gaji per minggu. Setiap hari ia belanja untuk
keperluan uasaha sebesar Rp 5.000.000,-. Berapa modal kerja yang dibutuhkan dan
berapa jangka waktu keterikatan dana ?
Jawab :
a. Modal
kerja yang diperlukan Rp 5.000.000,-
b. Jangka
waktu keterikatan dana selama 7 hari
Sumber Dana
Beberapa
sumber dana untuk mendapat dana, yaitu :
1. Meminjam
uang dari teman atau saudara
2. Kredit
dari supplier
3. Meminjam
uang dari bank atau lembaga keuangan
Pada
dasarnya sumber dana untuk kegiatan usaha berasal dari dua sumber, yaitu :
1.
Sumber dana dari kegiatan itu sendiri (intern)
adalah
sumber dana untuk kegiatan usaha yang berasal dari aktivitas kegiatan usaha itu
sendiri.
Sumber dana
intern berasal dari dua sumber, yaitu :
- Laba yang ditahan (returned earning), adalah hasil usaha pada perhitungan rugi/laba tahun yang sudah berlalu yang tidak diambil atau tidak dibagikan.
- Akumulasi penyusutan, yaitu kumpulan dari biaya penyusutan untuk aktiva tetap, misalnya mobil, mesin, peralatan, dsb.
2. Sumber
dana dari luar kegiatan usaha (ekstern)
adalah
sumber dana yang berasal dari luar kegiatan usaha atau tidak berasal dari aktivitas
usaha sebelumnya.
Sumber dana
ekstern dapat berasal dari :
- Pemilik
- Penjualan saham baru
- Pinjaman :
- Pinjaman dari investor, dapat berupa penerbitan obligasi
- Pinjaman dari bank, dengan mengajukan permohonan kredit ke bank.
Untuk
menanamkan kepercayaan, baik pada investor maupun bank untuk memberikan kredit
ada 5 (lima) masalah pokok yang harus dijaga, yaitu :
- Character (watak), yaitu menyangkut watak atau tabiat pemilik atau pengelola usaha
- Capacity (kemampuan), yaitu menyangkut kemampuan pemilik atau pengelola usaha, baik dalam bidang manajemen maupun keuangan
- Capital (modal), yaitu keseluruhan kekayaan yang dimiliki kegiatan usaha
- Colleteral (jaminan), yaitu asset yang dapat dijual oleh pemberi kredit, bila saat pengembalian yang dijanjikan tidak memenuhi kewajiban.
- Condition (keadaa), yaitu situasi ekonomi dan politik pada waktu pemberian kredit.
Secara
skematis sumber-sumber dana kegiatan usaha adalah :
|
|||
Kredit dan
Cara Perolehannya
Kredit
adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara pihak bank dengan pihak
lain/peminjam, yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajibannya
setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian
keuntungan.
Kredit akan
terjadi bila memenuhi syarat berikut ini :
- Adanya peminjam dan pemberi pinjaman
- Adanya uang atau produk yang dapat dinyatakan dalam bentuk uang
- Adanya kesepakatan diantara keduanyam, mengenai :
- Nilai uang/produk
- Bunga atau imbalan
- Jangka waktu pengembalian
- Sanksi terhadap pelanggaran perjanjian pinjaman
Macam-macam
Jenis Kredit
Dilihat dari
jangka waktu pengembalian kredit dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
- Kredit jangka pendek, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian selama-lamanya satu tahun, contoh : tanaman musiman
- Kredit jangka menengah, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian antara satu sampai tiga tahun
- Kredit jangka panjang, adalah kredit dengan jangka waktu pengembalian lebih dari tiga tahun, contoh : kredit untuk modal kerja
Dilihat dari
penggunaan dana pinjaman kredit dapat dibagi menjadi 5 (lima), yaitu :
- Kredit investasi, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai barang modal, contoh tanah, mesin, bangunan, dll.
- Kredit modal kerja, yaitu kredit yang digunaan untuk membiayai modal kerja, contoh : pembelian bahan baku, persediaan barang, piutang dagang, dll.
- Kredit off share, adalah kredit yang diberikan kepada nasabah dalam negeri dalam bentuk valuta asing
- Kredit on share, adalah yang diberikan kepada nasabah dalam negeri dalam bentuk valuta asing, contoh kredit investasi dalam bentuk dollar Amerika.
- Kredit konsumsi, adalah kredit yang diberikan untuk konsumsi peminjam, contoh membeli kendaraan, pembelian rumah, peralatan elektronika
Dilihat dari
penerima kredit dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :
- Manusia pribadi, adalah penerima kredit perorangan atau pribadi
- Badan Hukum, adalah penerima kredit berbentuk badan hokum
Dilihat dari
perhitungan pendapatan bunga, kredit dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu :
- Sinding rate (bunga berbunga), adalah perhitungan beban bunga yang semakin lama semakin menurun dari periode ke periode.
- Flate rata (bunga tetap), adalah perhitungan bunga tetap meskipun nilai pokok pinjaman menurun sebagai akibat pembayaran pokok pinjaman
- Floating rate (berdasarkan bunga di pasar uang), adalah perhitungan bunga yang didasarkan perhitungan bunga di pasar uang dalam negeri maupun pasar uang internasional.
Penentuan
dan Mengurus Tempat Usaha
Alasan
pemilihan lokasi kegiatan usaha, yaitu :
- Lokasi kegiatan usaha karena terkait dengan alam
Contoh :
Usaha pertambangan
- Lokasi kegiatan usaha berdasarkan sejarah
Contoh :
Usaha batik pekalongan, usaha ukiran dari Jepara
- Lokasi kegiatan usaha berdasarkan ketentuan pemerintah
Contoh :
Kawasan industri di Cilegon. Kawasan industry di Pulo Gadung
- Lokasi kegiatan usaha karena factor-faktor ekonomi
- Dekat dengan bahan baku
Contoh :
Pabrik baja Krakatau Stell
- Dekat dengan konsumen
Contoh :
Rumah Makan Padang di pusat Keramaian
- Dekat dengan tenaga kerja
Contoh :
Pabrik Rokok di Kudus
- Dekat dengan sumber energy
Contoh :
PLTA di dekat air terjun
- Mendapatkan kebijakan dari pemerintah
Contoh :
Kebijakan mobil nasional
Lokasi Usaha
yang ideal adalah :
- Letaknya yang strategis
- Dekat dengan bahan-bahan dasar
- Dekat dengan pasar
- Tenaga kerja mudah di dapat
- Biaya transportasi yang murah
- Dekat dengan para konsumen
- Sarana angkutan mudah dan banyak
- Fasilitas pemerintah sangat menunjang
- Fasilitas tenaga penggerak/energy mudah di dapat
- Sosial ekonomi konsumen sangat baik
Fasilitas
dan Bahan Baku
Bahan baku,
sesuatu yang sangat penting. Kegiatan proses produksi tidak mungkin dapat
dilaksanakan manakala bahan yang akan diproses belum/tidak tersedia/ Mengadakan
bahan baku hendaknya dipersilahkan dengan sebaik-baiknya agar dalam proses
produksi tidak mengalami gangguan dan hambatan.
Untuk
masalah tersebut dapat dikatakan persediaan barang (inventories) digunakan
untuk barang-barang atau bahan-bahan sbb :
- Barang dagangan yang disimpan untuk dijual kembali sesuai perputaran normal suatu usaha dagang
- Bahan-bahan baku dan barang dalam proses produksi
- Bahan atau barang yang disimpan untuk dipakai
SUMBER DAYA
MANUSIA DAN
ADMIINISTRASI
USAHA
Sumber Daya
Manusia (SDM)
Sumber daya
yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha adalah sumber daya
manusia, sumber daya alam, sumber daya modal, sumber daya manajerial dan
teknologi.
Sumber daya
manusia, adalah tenaga kerja yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha,
terbagi menjadi :
- Tenaga kerja terlatih, menempati posisi yang memerlukan keterampilan teknis
Contoh :
mengebor, mengelas, dan memperbaiki instalasi listrik
- Tenaga kerja terdidik, menempati posisi yang membutuhkan daya analisa dan pemikiran
Contoh :
bagian keuangan, bagian TI (Teknologi Informasi), bagian olah data
- Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik, menempati posisi yang tidak vital di perusahaan dan tidak memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi
Contoh :
cleaning service, penjaga ruangan
Sumber daya
alam, adalah factor alam yang dibutuhkan untuk kepentingan produksi, terbagi
menjadi :
- Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (Renewable)
- Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Non Renewable)
Sumber daya
modal, adalah sumber daya keuangan, mencari sumber dana untuk modal usaha dan
mengelola asset financial merupakan faktor penting bagi kelancaran usaha.
Sumber daya
manajerial, adalah bagian dari sumber daya manusia, yaitu tenaga kerja harus
memiliki kemampuan mengelola dan mengorganisir seluruh sumber daya lainnya
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Teknologi,
adalah katalisator bagi peningkatan efisiensi produksi.
Karyawan,
sebagai sumber daya manusia yang dimiliki merupakan bagian terpenting bagi perusahaan,
karena karyawan merupakan sumber daya aktif yang mengolah sumber daya lainnya.
Proses
Pengadaan Karyawan
- Tahap Perekrutan
- Memasang iklan di media masa
- Bekerja sama dengan lembaga pendidikan
- Bekerja sama dengan bahan penyalur tenaga kerja
- Menarik karyawan dari perusahaan lain
- Departemen tenaga kerja
- Tahap Seleksi
Ujian
saringan, baik tertulis (psikotes, tes potensi akademik), maupun lisan
(wawancara)
Pertanyaan2
yang diajukan adalah :
- Pengalaman yang terdahulu
- Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki calon karyawan
- Bukti keterampilan yang dimiliki
- Referensi dari pihak ketiga
- Tahap Penempatan Karyawan
“The right
man in the right place”
Harus
dihendari unsure subyektivitas dalam penempatan karyawan hanya karena atasan
mereka tidak suka, karyawan yang memiliki kualitas ditempatkan pada posisi yang
tidak seharusnya, sehingga menurunkan efisien karja karyawan tersebut.
- Tahap Pembinaan Karyawan
Penempatan
karyawan dapat dilakukan melalui pelatihan. Pelatihan dapat dilakukan secara
internal (pihak perusahaan yang mengadakan) atau eksternal (pihak perusahaan
bekerja sama dengan lembaga lain).
Beberapa
hal yang harus diperhatikan dalam pelatihan, yaitu :
- Sasaran pelatihan dan kebutuhan perusahaan
- Latar belakang karyawan
- Indikator keberhasilan setelah mengikuti pelatihan
- Manfaat pelatihan bagi karyawan berkaitan dengan penempatan yang dilakukan.
Administasi
Usaha
Administrasi,
manajemen dan kepemimpinan adalah tiga serangkai yang tidak dapat dipisahkan,
sebab satu sama dengan lainnya mempunyai keterkaitan kegiatan usaha
dalam rangka kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Administrasi dapat dikatakan sebagai kulit daripada manajemen, dan manajemen
intisari daripada administrasi , sedangkan kepemimpinan intisari dari
manajemen.
Fungsi-fungsi
Administrasi
- Mencatat alat-alat perlengkapan organisasi dan kegiatan-kegiatannya ke dalam buku administrasi
- Memelihara buku-buku administrasi
- Menyediakan, melengkapi dan mengelola buku-buku administrasi
- Mengerjakan buku-buku administrasi sesuaim dengan ketentuan yang berlaku
Maksud dan
Tujuan Administrasi
- Pengelola usaha dapat memonitoring kegiatan administrasi perusahaannya
- Pengelola usaha dapat mengevaluasi kegiatan pengorganisasian perusahaan.
- Pengelola usaha dapat menyusun program pengembangan usaha dan kegiatan pengorganisasian
- Pengelola usaha dapat mengamankan kegiatan usaha dan organisasi perusahaan.
Kegunaan
Administrasi
- Alat manajemen bagi seorang pengelola usaha
- Alat penelitian bagi seorang pengelola usaha
- Alat bukti tentang pertanggung jawaban seorang pengusaha usaha di dalam manajemen kegiatan usaha
Cara
Mencatat Barang-barang milik perusahaan
- Sistem pencatatan terus menerus, semua kekayaan milik perusahaan dicatat secara kontinu
- Sistem pencatatan secara berkala, setiap ada transaksi penjualan hanya penerimaan uang atau piutanglah yang diadministrasikan
ANALISIS
ASPEK KEUANGAN
Analisis
aspek keuangan dapat dimulai dengan menghitung kebutuhan modal dan sumber
pendanaannya.Kebutuhan modal usaha adalah kebutuhan modal awal agar kegiatan
usaha dapat berjalan, dapat dibagi menjadi :
- Kebutuhan modal untuk harta tetap atau barang investasi
- Kebutuhan modal untuk membiayai kegiatan operasional
- Kebutuhan modal kerja, yaitu modal yang harus selalu ada di perusahaan untuk menjaga agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar.
Dalam
kegitan produksi, kebutuhan modal kerjadihitung dari komponen-komponen berikut
ini :
- Biaya untuk stock bahan baku
- Biaya untuk produk jadi
- Biaya untuk produk yang masih dalam proses
- Biaya untuk produk jadi yang telah dikirim ke pembeli
- Uang kas yang harus disediakan untuk gaji karyawa
Kebutuhan
modal kerja dapat dihitung dengan cara :
- Menentukan kebutuhan modal kerja tiap hari, contoh : Y Rupiah
- Menghitung berapa hari modal keja tertanam pada barang, contoh : X hari
- Perhitungan modal kerja usaha adalah : Y x X
ANALISIS
ASPEK POTENSI PASAR
Analisis
pasar diarahkan pada
- Kondisi pemasaran
- Perkembangan jumlah penawaran dan permintaan produk yang akan dihasilkan
- Perkembangan harga produk selama ini
- Siapa saja produsen utama produk tersebut
- Jalur pemasaran produk tersebut
- Mengestimasi pemasaran di masa yang akan datang
- Proyeksi jumlah permintaan dan penawaran produk yang akan dihasilkan
- Proyeksi jumlah produk yang akan dipasarkan
- Kebijakan pemesanan produk yang akan dihasilkan
–
Tingkat berapa produk akan di jual
–
Mutu produk apa saja yang akan dijual
–
Kepada siapa produk akan dijual
–
Jalur pemasaran yang bagaimana yang digunakan
ANALISA
ASPEK PRODUK
- William J. Stanton, produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud termasuk di dalamnya masalah pembungkusan, warna, harga, nama baik perusahaan, nama baik pengecer serta pelayanan perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya.
- Drs, Basu Swastha, DH, MBA, produk adalah suatu sifat yang komplek baik dapat diraba atau tidak dapat dirabam termasuk bungkus, warna, harga prestise perusahaan dan pengecer, pelayan an perusahaan dan pengecer yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Atribut
Produk
Merek dagang
Adalah
sebuah nama, istilah, tanda, symbol atau desain atau kombinasi dari semuanya
dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seseorang penjual
atau kelompok penjual . Nama Merek : Sunsilk, Honda, Chevrolet
Tanda
Merek : Singa untuk perusahaan Film, Kuda
Laut untuk Pertamina, Gajah untuk sarung.
Merek
Dagang : merek yang mendapat perlindungan hukum
Hak
Cipta : hak
sah untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual bahan, bentuk tulisan, musik dan
karya seni
Syarat-syarat
Brand/Cap/Merek
- Mudah diingat
- Menimbulkan kesan positif
- Tempat untuk promosi
- Memilih ciri khas sendiri
- Didaftarkan dan dilindungi hak paten
Kemasan
: seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus atau kemasan suatu produk.
Label
: suatu bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk
atau tentang penjualannya.
Harga
: jumlah uang untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta
pelayanannya.
Tingkatan/siklus
pelayanan adalah :
- Atraksi, adalah segala pelayanan yang bertujuan menarik perhatian pembeli agar mau berbelanja di toko
- Service, adalah pelayanan yang langsung dirasakan diterima oleh konsumen pada saat berkunjung ke took
- Comfort, adalah pelayanan yang menanamkan rasa kenikmatan dan suasana santai bagi konsumen sehingga ia merasa betah selama berada dalam lingkungan took
- Buying service, adalah pelayanan bertujuan memperlancar proses jual beli dengan cara mempermudah konsumen dalam memilih kebutuhannya.
Jaminan
Adakah salah
satu unsur produk yang ditawarkan produsen untuk memberikan rasa aman kepada
konsumen atas produk yang dibelinya.
Pelanggan
Harapan yang
dibutuhkan pelanggan adalah :
- Sikap bersahabat
- Hormat dan ramah
- Mengetahui informasi/masalah yang diinginkan pelanggan
- Perhatian
- Pelayanan yang cepat dan tepat
- Rasa aman dan nyaman
Pesaing
Persaingan
dapat dibedakan :
- Persaingan murni
Yaitu
persaingan barang yang diperdagangkan homogeny
- Persaingan tidak sempurna
Yaitu
persaingan yang disebabkan harga lebih tinggi dari harga barang sejenis dengan
merk lain
- Persaingan monopolistik
Yaitu
persaingan yang terdapat jumlah besar penjul benda khusus
- Oligopoli
Yaitu persaingan
yang memiliki beberapa penjual menguasai pasar.
PENGELOLAAN
USAHA KECIL
Mengelola
Fasilitas dan Bahan Baku
Fasilitas
adalah semua kemudahan yang diperlukan oleh perusahaan baik berupa
barang-barang bergerak maupun barang-barang yang tidak bergerak yang digunakan
untuk menunjang kegiatan operasional.
Ada dua
macam barang bergerak, yaitu barang yang habis pakai dan barang yang tidak
habis pakai. Barang habis pakai adalah barang-barang yang volumenya makin lama
makin menyusut dan akhirnya habis karena digunakan untuk kegiatan operasional.
Sedangkan barang yang tidak habis pakai adalah barang yang dapat dipakai secara
terus menerus dan mengalami penyusunan volume yang dapat dipakai dalam jangka
waktu panjang.
Untuk
keperluan tersebut diperlukan hal-hal berikut :
- Tempat Produksi/Lokasi
Merupakan
faktor penting dalam kegiatan usaha, oleh karena itu perlu diperhatikan dimana
lokasi kegiatan usaha akan dilaksanakan agar daya guna dan hasil guna dapat
tercapai.
- Sistem Produksi
Dalam
menentukan kegiatan produksi, perlu diperhatikan mengenai system yang digunakan
dalam system produksi, apakah prosesnya paralel berurutan atau hanya produksi
hanya bagian tertentu dari barang
- Sistem Distribusi
Kegiatan
produksi dan hasilnya harus ditunjang oleh system distribusi yang tepat, biaya
murah, keamanan terjamin dan tepat sasaran.
Tata Ruang
Kegiatan Usaha
Tata ruang
kegiatan usaha adalah susunan peralatan, mesin-mesin, perabot, hiasan bahan
baku dan bahan jadi secara teratur dan menarik hingga mendukung keberhasilan
kegiatan usahanya.Tata ruang dibagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu :
- Tata ruang berdasarkan proses/lay out fungsional
- Tata ruang berdasarkan produk/lay out garis
- Tata ruang kelompok/lay out group
- Tata ruang posisi tetap
Pengelolaan
Persediaan Bahan Baku
Persediaan
adalah cadang bahan baku yang belum digunakan.
Antara lain
:
- Bahan mentah
- Komponen rakitan
- Bahan pembantu/penolong
- Barang dalam proses
- Barang jadi
Fungsi
Persediaan
- Decoupting, yaitu memungkinkan memberikan kebebasan terhadap berbagai operasi perusahaan internal maupun eksternal
- Economic lot size, yaitu untuk penghematan dengan mengurangi biaya-biaya per unit .
- Antisipasi, yaitu fluktuasi permintaan diperkirakan keadaan atas pengalaman masa lalu
Biaya Persediaan
- Biaya penyimpanan (holding cost), yaitu biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan, misalnya : biaya asuransi, biaya pajak, biaya pemeliharaan, dll
- Biaya pemesanan/pembelian (order cost), yaitu biaya-biaya yang timbul dari kegiatan proses pembelian, misalnya : biaya pengepakan, biaya pemeriksaan, biaya pengiriman, dll.
- Biaya penyiapan (set up cost), yaitu biaya yang tidak dibeli tapi diproduksi sendiri, misalnya biaya mesin, biaya penjadwalan, biaya ekspedisi, dll
- Biaya kehabisan/kekurangan bahan (hortage cost), yaitu biaya yang muncul akibat persediaan tidak mencukupi jumlah permintaan, misalnya : biaya ekspedisi, biaya selisih harga, biaya pemesanan khusus, dll.
Proses
pengelolaan bahan baku terdiri dari dua proses, yaitu :
- Proses pemesanan
- Proses penyimpanan
Pengoperasian
Peralatan
- Pengeoperasian pesawat telepon
- Mengoperasikan alat catat dan alat hitung
Mengelola
Sumber Daya Manusia
- Peran personal dalam pengelolaan usaha
Langkah-langkah
atau kegiatan-kegiatan sumber daya manusia, yaitu :
- Perencanaan (organisasi, tenaga kerja, informasi pegawai, analisa pekerja)
- Penilaian prestasi (pelaksanaan pekerja, penilaian manajemen, penilaian kecakapan)
- Seleksi (penerimaan, penarikan, wawancara, tes, pengawasan, penempatan)
- Pengembangan dan latihan (upah, latihan, lat pengawas, pengembangan manajemen, program pendidikan dan beasiswa)
- Administrasi gaji dan upah (penilaian pekerjaan, system pembayaran, hadiah dan perangsang, imbalan jasa)
- Lingkungan kerja (program keamanan, pelayana medis, kondisi kerja, keamanan pabrik)
- Pengawasan pelaksananaan pekerja (proses disiplin pegawai, penyuluhan pegawai, kenaikan pangkat pegawai, pemindahan pegawai, memberhentikan pegawai)
- Hubungan perburuhan (kegiatan organisasi perusahaan, perjanjian kerja, keluhan, usaha perantara)
- Kesejahteraan social (hari libur, hari raya, cuti, asuransi, rencana pension, rekreasi, kegiatan social, bantuan keuangan dan hokum, perumahan, pemindahan dan pengangkutan, fasilitas makanan)
- Penilaian dan riset (laporan, dokumentasi dan inventarisasi, pengumpulan fakta)
- Pengadaan Karyawan
Langkah-langkah
pengadaan personal
- Memasang iklan
- Membuat daftar nama yang akan di wawancarai
- Memeriksa persyaratan para pelamar
- Mewawancarai pegawai yang sudah terdaftar
- Menentukan tes/ujian
- Memilih pelamar yang cocok
- Poster surat edaran
- Keluarga dan para tetangga
- Sumber-sumber tenaga kerja
- Teman pegawai perusahaan
- Badan penempatan tenaga kerja
- Lembaga pendidikan
- Advertensi
- Sumber lainnya
Mengelola
Proses Produksi
Proses
produksi adalah cara dan teknik bagaimana sesungguhny kegiatan yang didukung
oleh tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana mempunyai tujuan.
Perencanaan
proses produksi, seorang pengelola harus memperhatikan :
- Manfaat produk bagi konsumen
- Permintaan pasar terhadap produk
- Potensi perusahaan untuk memperoleh keuntungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar